Nama Guru : FARA DIBAH, S.Pd
Mapel yang diampu : Matematika
Hari/Tanggal : Rabu, 19 Agustus 2026
Kelas : IX C dan IX D
Judul Materi : Persamaan kuadrat (Faktorisasi)
CAPAIAN PEMBELAJARAN :
o Pada akhir fase D, Peserta didik mampu menentukan akar-akar persamaan kuadrat menggunakan cara faktorisasi, melengkapi kuadrat sempurna dan rumus ABC serta menganalisis sifat-sifat grafik fungsi kuadrat. Memahami grafik kehidupan manusia yang mengalami pasang surut (naik dan turun), roda kehidupan silih berganti atas kehendak-Nya. (HR. Bukhori).
TUJUAN PEMBELAJARAN :
o Peserta didik dapat menentukan akar-akar persamaan kuadrat menggunakan cara faktorisasi dan menganalisis sifat-sifat grafik fungsi kuadrat.
- Mindfull (Berkesadaran) : Peserta didik secara sadar dapat menentukan akar-akar persamaan kuadrat menggunakan cara faktorisasi dan menganalisis sifat-sifat grafik fungsi kuadrat.
- Meaningfull (Bermakna) : Peserta didik mengaitkan materi persamaan kuadrat dalam kehidupan nyata sehari-hari seperti menghitung gerak benda melengkung seperti lemparan bola dan menentukan ukuran bidang tanah agar mendapatkan luas yang maksimal.
- Joyfull (Menyenangkan) : Peserta didik melakukan aktivitas permainan/games based learning dalam menentukan akar-akar persamaan kuadrat.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN :
o Tahap 1: Pemahaman Konsep dan Elemen Dasar.
Peserta didik memahami alur faktorisasi aljabar (mengapa p x q = c dan p + q = b) serta menganalisis secara mendalam hubungan koefisien dan diskriminan terhadap sifat grafik fungsi kuadrat tanpa terburu-buru.
o Tahap 2: Analisis Penetapan Konsep
Peserta didik menentukan akar-akar persamaan kuadrat menggunakan teknik faktorisasi untuk bentuk a=1 maupun a bukan =1 berdasarkan sifat perkalian nol.
o Tahap 3: Korelasi Kontruksi Grafik dan Titik Penting
Peserta didik menghubungkan akar-akar persamaan kuadrat sebagai titik potong sumbu-X, serta menentukan titik potong sumbu-Y, sumbu simetri, dan titik puncak grafik fungsi kuadrat.
Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, coba kita renungi dan ingat kebesaran Allah SWT yang telah menciptakan dan memelihara kita dengan Asmaul Husna-Nya.
- Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Konsep faktorisasi dan penyusunan persamaan kuadrat mencerminkan sifat Al-Khaliq yang menciptakan segala sesuatu dengan pola, susunan, dan struktur yang presisi. Sebagaimana bentuk aljabar yang rumit dapat diurai menjadi faktor-faktor pembentuknya, Allah menciptakan alam semesta dari elemen-elemen terstruktur yang saling menopang secara sempurna.
- Al-Malik (Maha Memelihara): Sifat keterbukaan kurva (ditentukan oleh nilai a) dan kedudukan grafik terhadap sumbu-X (ditentukan oleh Diskriminan D) tunduk pada aturan ketat yang konstan. Hal ini melambangkan kekuasaan mutlak Al-Malik yang mengatur dan mengendalikan seluruh hukum alam (sunnatullah) agar berjalan dengan tertib, teratur, dan tidak bertabrakan satu sama lain.
- Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Titik puncak (nilai optimum maksimum atau minimum) pada grafik fungsi kuadrat menggambarkan konsep rezeki dan titik balik kehidupan. Manusia berikhtiar melalui proses yang naik-turun, namun Al-Razzaq telah menentukan kadar rezeki yang optimal, cukup, dan paling tepat bagi setiap hamba-Nya pada waktu yang tepat.
Lalu pembahasan materi saat ini, Apa Itu Persamaan Kuadrat?
Persamaan kuadrat adalah persamaan polinomial (suku banyak) variabel 1 yang memiliki pangkat tertinggi dua. Ingat, ya, pangkat tertingginya dua! Jadi, kalau kamu nyariin pangkat tiga di persamaan kuadrat, ya kagak bakalan ketemu, yak.
Nah, bentuk umum persamaan kuadrat bisa dituliskan seperti berikut:
ax2 + bx + c = 0
Dengan a, b, c ∈ R dan a ≠ 0
Keterangan:
x = variabel
a = koefisien dari x2
b = koefisien dari x
c = konstanta
Dalam mempelajari persamaan kuadrat, tentunya kamu nggak akan terlepas dari yang namanya menyelesaikan persamaan kuadrat. Jadi, seperti yang udah kita tau dari bentuk umumnya, persamaan kuadrat itu punya variabel x yang nggak diketahui nilainya berapa. Nah, nilai x inilah yang mau kita cari! Cara mencari nilai x adalah dengan menyelesaikan persamaan kuadrat tersebut.
Cara Menyelesaikan Persamaan Kuadrat
Ada tiga cara untuk menyelesaikan persamaan kuadrat, yaitu dengan menggunakan faktorisasi, kuadrat sempurna, dan rumus kuadratik atau biasa disebut juga sebagai rumus ABC. Kita bahas satu per satu, ya!
1. Faktorisasi
Faktorisasi atau pemfaktoran merupakan cara mencari penyelesaian dari persamaan kuadrat, dengan cara mencari nilai yang jika dikalikan, maka akan menghasilkan nilai lain.
Ada tiga bentuk persamaan kuadrat dengan faktorisasi yang berbeda, yakni seperti berikut:
| No. | Persamaan Kuadrat | Faktorisasi |
| 1 | x2 + 2xy + y2 = 0 | (x + y)2 = 0 |
| 2 | x2 − 2xy + y2 = 0 | (x − y)2 = 0 |
| 3 | x2 − y2 = 0 | (x + y)(x − y) = 0 |
Dengan x = variabel dan y = konstanta
Next, coba kita kerjakan contoh soal di bawah ini, ya!
Contoh Soal Faktorisasi
Selesaikan persamaan kuadrat berikut dengan cara faktorisasi 5x2 + 13x + 6 = 0!
Jawab:
5x2 + 13x + 6 = 0
5x2 + 10x + 3x + 6 = 0
5x(x + 2) + 3(x + 2) = 0
(5x + 3)(x + 2) = 0
5x = −3
x =
atau x = −2
Jadi, penyelesaiannya adalah x =
atau x = −2.
Dan agar kalian lebih memahami lagi tentang mencari akar-akar persamaan kuadrat, maka silahkan kalian simak video berikut :
Persamaan kuadrat adalah persamaan polinomial (suku banyak) variabel 1 yang memiliki pangkat tertinggi dua.Bentuk umum persamaan kuadrat bisa dituliskan seperti berikut:
ax2 + bx + c = 0
Dengan a, b, c ∈ R dan a ≠ 0
Keterangan:
x = variabel
a = koefisien dari x2
b = koefisien dari x
c = konstanta
Selesaikan persamaan kuadrat ax2 + 2x – 3 dengan menggunakan faktorisasi!Jawaban:
x2 + 2x – 3 = 0
(x-1) (x+3) = 0
x-1 = 0 atau x+3 = 0
x=1 atau x = -3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar