Minggu, 16 Januari 2022

KEKONGRUENAN DUA SEGITIGA

 Senin - Kamis, 17 - 19 Januari 2022


Guru            : Fara Dibah, S.Pd


Mapel          : Matematika


Kelas           : IX E, F, G


 


Kode KD     : 


3.6 Menjelaskan Kesebangunan dan Kekongruenan


4.6 Menyelesaikan masalah konstektual yang berkaitan dengan Kesebangunan dan Kekongruenan


Materi          : Kekongruenan Dua Segitiga


Tujuan          : 


1. Peserta didik dapat menyimpulkan tentang Kesebangunan Dua Segitiga


2. Peserta didik dapat menyelesaikan masalah konstektual yang berkaitan dengan Kesebangunan Dua Segitiga


Assalamualaikum Warromatullahi Wabarrohkatuh..

Selamat pagi Semua !

Bagaimana Kabar Soleh/Soleha hari ini  ?…

Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT. Aamiin ..

Selamat datang di pembelajaran semester genap, kalian harus tetap semangat ya nak ..

Baiklah Soleh/Soleha, Pertemuan hari ini kita membahas tentang Kekongruenan Dua Segitiga. Silahkan di simak materi ibu berikut ini : 


Kongruen Dua Segitiga


Kongruen dilambangkan dengan 

, sehingga jika terdapat dua buah segitiga yang kongruen misalnya ΔABC kongruen dengan ΔPQR, maka dapat ditulis sebagai .
Perhatikan gambar berikut.
Dari gambar di atas diketahui bahwa ΔACM adalah segitiga sama kaki. Sisi AP merupakan garis tinggi ΔACM, sehingga membentuk ΔACP dan ΔAMP. Apakah ΔACP kongruen dengan ΔAMP? ΔACP kongruen dengan ΔAMP (ΔACP ≅ ΔAMP) karena:
  • ΔACP dapat tepat menempati ΔAMP dengan cara mencerminkan ΔACP terhadap garis AP atau semua sisi ΔACP memiliki panjang yang sama dengan ΔAMP.
  • ΔCAM merupakan segitiga sama kaki, sehingga ∠ACP = ∠AMP (sudut pada kaki segitiga samakaki ΔCAM) dan ∠APC = ∠APM = 90⁰. Ini berakibat ∠CAP = ∠MAP.
Dari uraian di atas diperoleh kesimpulan sebagai berikut.


Sifat-Sifat Dua Segitiga yang Kongruen

  • Sisi–sisi yang bersesuaian mempunyai panjang yang sama
  • Sudut–sudut yang seletak besarnya sama

Syarat-Syarat Dua Segitiga yang Kongruen

  • Dua segitiga akan kongruen jika ketiga sisi yang bersesuaian dari dua segitiga itu sama panjang (s, s, s).
       Perhatikan jajargenjang PQRS. Garis QS merupakan diagonal jajargenjang PQRS yang membaginya menjadi 2 buah segitiga yaitu ΔPQS dan ΔRSQ. Apakah ΔPQS kongruen dengan ΔRSQ? Pada jajargenjang PQRS, sisi-sisi yang berhadapan sejajar dan sama panjang yaitu:
PQ // SR sehingga PQ = SR
PS // QR sehingga PS = QR.
Selanjutnya, QS adalah diagonal bidang sehingga QS = SQ. Dengan demikian, sisi-sisi yang bersesuaian dari ΔPQS dan ΔRSQ sama panjang. Jadi, ΔPQS dan ΔRSQ kongruen.
  • Dua segitiga akan kongruen jika dua sisi pada segitiga pertama sama panjang dengan dua sisi yang bersesuaian pada segitiga kedua, dan besar sudut apit dari kedua sisi tersebut sama (s, sd, s).
       Pada gambar tersebut, sisi DE = KL, ∠D = ∠K, dan DF = KM. Jika kita mengukur panjang sisi dan besar sudut lainnya yaitu sisi EF dan LM, ∠E dan ∠L, serta ∠F dan ∠M, maka akan diperoleh:
EF = LM
∠E = ∠L
∠F = ∠M.
Dengan demikian, pada ΔDEF dan ΔKLM berlaku panjang DE = KL, EF = LM, dan DF = KM. ini berati bahwa pada ΔDEF dan ΔKLM sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang. Selain itu, besar ∠D = ∠K, ∠E = ∠L, dan ∠F = ∠M. Ini berarti bahwa sudut-sudut yang bersesuaian sama besar. Hal ini menunjukkan bahwa ΔDEF dan ΔKLM memenuhi sifat dua segitiga yang kongruen.
  • Dua segitiga akan kongruen jika dua sudut pada segitiga pertama sama besar dengan dua sudut yang bersesuaian pada segitiga kedua, dan sisi yang merupakan kaki persekutuan kedua sudut sama panjang (sd, s, sd).
       Pada gambar tersebut, ∠G = ∠X, ∠H = ∠Y, dan sisi GH = XY. Jika kita mengukur besar ∠I dan ∠Z, panjang sisi GI dan XZ, serta panjang HI dan YZ, maka akan diperoleh:
besar ∠I = ∠Z
panjang sisi GI = XZ
panjang HI = YZ.
Dengan demikian, pada ΔGHI dan ΔXYZ berlaku, ∠G = ∠X, ∠H = ∠Y, dan ∠I = ∠Z. Ini berati bahwa pada ΔGHI dan ΔXYZ sudut-sudut yang bersesuaian sama besar. Panjang GH = XY, HI = YZ, dan GI = XZ. Ini berarti bahwa pada ΔGHI dan ΔXYZ sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang. Hal ini menunjukkan bahwa ΔGHI dan ΔXYZ memenuhi sifat dua segitiga yang kongruen.

Perbedaan antara Kesebangunan dan Kekongruenan pada Segitiga

Contoh 1

Perhatikan gambar berikut.
Jika ΔABC kongruen dengan ΔPQR, maka tentukan:
- panjang PR
- panjang QR
- ∠PQR
- ∠QRP
Penyelesaian:
  • Oleh karena sisi PR bersesuaian dengan AC, maka panjang sisi PR = AC = 9 cm.
  • Oleh karena sisi QR bersesuaian dengan CB, maka panjang QR = CB = 11 cm.
  • Oleh karena ∠PQR bersesuaian dengan ∠ABC, maka ∠PQR = ∠ABC = 50⁰.
  • Oleh karena ∠QRP bersesuaian dengan ∠ACB, maka ∠ QRP = ∠ ACB = 60⁰.

Contoh 2

Perhatikan gambar segitiga siku-siku di bawah ini.
Tentukan nilai x yang memenuhi agar segitiga siku-siku ABC kongruen dengan segitiga siku-siku PQR.
Penyelesaian:
Dua segitiga dikatakan kongruen jika semua sisi yang besesuaian sama panjang. Oleh karena itu, sisi AB = PQ, AC = PR dan BC = QR.
Panjang sisi BC dapat ditentukan dengan menggunakan teorema Pythagoras, yaitu:
BC2=AB2+AC2
⇔BC=AB2+AC2
⇔BC=62+82
⇔BC=36+64
⇔BC=100
⇔BC=10
⇔BC=QR
⇔10=3+x
⇔x=10−3=7 cm
Jadi, nilai x yang memenuhi agar segitiga siku-siku ABC kongruen dengan segitiga siku-siku PQR adalah 7 cm.


setelah kalian menyimak materi di atas silahkan kalian kerjakan Tugas Rumah Halaman 179 (Buku Hijau) Bagian B No 1 dan 2.

silahkan di kumpul paling lambat hari Kamis 20 Januari 2022, dan akan dinilai serta di bahas saat pertemuan tatap muka.

terimakasih dan tetap semangat ..

Wassalamualaikum Wr. Wb


Referensi : https://www.danlajanto.com/2016/08/kekongruenan-pada-segitiga.html

Minggu, 09 Januari 2022

KESEBANGUNAN DUA SEGITIGA

Senin - Kamis, 10 - 12 Januari 2022


Guru            : Fara Dibah, S.Pd


Mapel          : Matematika


Kelas           : IX E, F, G


 


Kode KD     : 


3.6 Menjelaskan Kesebangunan dan Kekongruenan


4.6 Menyelesaikan masalah konstektual yang berkaitan dengan Kesebangunan dan Kekongruenan


Materi          : Kesebangunan Dua Segitiga


Tujuan          : 


1. Peserta didik dapat menyimpulkan tentang Kesebangunan Dua Segitiga


2. Peserta didik dapat menyelesaikan masalah konstektual yang berkaitan dengan Kesebangunan Dua Segitiga


Assalamualaikum Warromatullahi Wabarrohkatuh..

Selamat pagi Semua !

Bagaimana Kabar Soleh/Soleha hari ini  ?…

Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT. Aamiin ..

Selamat datang di pembelajaran semester genap, kalian harus tetap semangat ya nak ..

Baiklah Soleh/Soleha, Pertemuan hari ini kita masih membahas tentang Kesebangunan. Silahkan di simak materi ibu berikut ini : 

KESEBANGUNAN DUA SEGITIGA



Secara umum dua buah bangun datar dikatakan sebangun (similar) jika sisi-sisi yang bersesuaian mempunyai perbandingan yang sama. Khusus untu segitiga sebagai bangun datar poligon dengan jumlah sisi paling sedikit, asal dua buah segitiga sudut-sudutnya sama besar maka sudah sebangun.

Kita perhatikan dua buah segitiga sebangun berikut :


 sebangun dengan  karena :
,
,
.

Lebih lanjut karena :
 menghadap sisi BC dan  menghadap sisi QR,

 menghadap sisi AC dan  menghadap sisi PR,

 menghadap sisi AB dan  menghadap sisi PQ.

Maka

Contoh 1 : Diketahui dua segitiga ΔKLM dan ΔTUV berikut sebangun,

Tentukan panjang sisi TV !

Jawab :

Dua segitiga tersebut diketahui sebangun maka dari gambar dapat kita lihat dan simpulkan bahwa tentunya sudut

 dan .
Begitu juga

Yang dihadapi  adalah sisi LM = 10 cm dan yang dihadapi  adalah UV= 8 cm,
Yang dihadapi  adalah KM = 7 cm dan yang dihadapi  adalah TV yang akan kita cari.
Peritungannya adalah :
.

Jadi TV=5,6 cm .


B. Segitiga dalam Segitiga

Saya tidak tahu harus memberi nama bagaimana jadi kutulis saja “segitiga dalam segitiga“, tapi yang kami maksud adalah :

Pertama :

Diketahui segitiga ΔABC dan di dalamnya ada segitiga ΔDEC dimana AB//DE (sejajar), maka ΔABC sebangun dengan ΔDEC seperti nampak pada gambar berikut :

Berdasarkan pada bagian Permulaan, kita peroleh :

atau

Atau sering digunakan gambar bantu seperti berikut untuk mengingat :

yang harus diingat adalah darimana menarik garis lengkung panah tersebut, yaitu harus dari titik sudut yang menghadap dua garis sisi sejajar.

Kedua

Diketahui segitiga ABC siku-siku di B, dan BD merupakan garis tinggi (sehingga BD tegak lurus dengan AC)

Setelah kalian menyimak materi di atas silahkan kalian kerjakan Tugas Rumah Halaman 166 (Buku Hijau) No 4 dan 5.

silahkan di kumpul paling lambat hari Kamis 13 Januari 2022, dan akan dinilai serta di bahas saat pertemuan tatap muka.

terimakasih dan tetap semangat ..

Wassalamualaikum Wr. Wb

Transformasi Geometri

  IDENTITAS: Nama Guru : FARA DIBAH, S.Pd Mapel yang diampu : Matematika Hari/Tanggal : Rabu, 28 Oktober 2026 Fase/Kelas : Fase D / IX C...